Selamat Hari Santri Nasional 2019

Santri Indonesia Untuk Perdamian Dunia

Dunia sedang disibukkan dengan kemajuan peradaban. Di mana-mana orang membicarakan Revolusi Industri 4.0, kemajuan teknologi tanpa batas, kebutuhan pasar di abad 21, tuntutan skill untuk menghadapi bonus demografi, dan masih banyak hal lainnya yang mereka bicarakan.

Masyarakat sibuk menyiapkan kecerdasan yang harus dimiliki oleh anak-anak mereka sehingga tidak terlindas zaman, menciptakan skill yang sesuai dengan tuntutan pasar sehingga mereka bisa bertahan, dan menjadikan anak-anak mereka sebagai manusia modern.
Namun, patut disyukuri bahwa gelombang-gelombang kemajuan tersebut rupanya justru menguatkan opini masyarakat bahwa agama tetap menjadi nomor wahid dalam bertugas menjaga sumber daya manusia. Mereka menyadari pentingnya nilai-nilai moral agama untuk menghindari sifat destruktif terhadap nilai-nilai kemanusian. Mereka membutuhkan petunjuk dan pedoman dari ajaran-ajaran agama yang sifatnya selalu sesuai dengan peradaban manapun karena sifatnya yang kompatibel.

Di tengah pesatnya kemajuan di segala bidang, sekolah agama pun mengedepankan diri karena tuntutan kebutuhan dari masyarakat. Pesantren semakin menguatkan akar dalam berbenah dan menjaga eksistensinya karena masyarakat berbondong-bondong hendak memondok. Kemajuan zaman membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan nilai-nilai moral dan karakter.

Kita bisa melihat, sekolah-sekolah berbasis pesantren tidak kehilangan murid-murid meski dipandang kolot dan terbelakang. Di daerah-daerah, semakin banyak sekolah-sekolah tahfiz yang didirikan. Bahkan, tidak sedikit pula sekolah-sekolah negeri yang meniru konsep pesantren, yaitu menjadi home schooling. Pesantren sejak dulu menjadi salah satu pilar pembangunan. Sekolah-sekolah agama ibarat sebuah pagar, di dalamnya orang-orang berlomba-lomba menanam aset terbesarnya untuk menghadapi zaman, yaitu; pendidikan moral, karakter, dan intelektual.

Jadi, untuk setiap santri di mana pun, banggalah menjadi santri. Banggalah menjadi aset agama dan Negara. Perjuangan menjadi santri tidak bisa disetarakan dengan apapun. Ada nilai yang tidak bisa terbeli.

Komentar
Loading...